Yang terabaikan

aku mencintai mu dalam keraguan
menginginkan mu walau tau isyarat penolakan
kenapa bukan aku?
yang menjadi tempat kau bertanya
setiap akan membuat keputusan

aku mendoakan mu disetiap tadah ku
menyeka air mata yang jatuh merinduimu
menjadikan mu  sebagai titik tujuan pada akhir pencarian
membayangkan wajahmu menjadi pandangan pertama setiap subuhku
tidakkah itu berarti bagimu?

aneh bukan, kita selalu berharap
untuk hal yang sulit didapat
sakitnya aku selalu menemui kau yang dulu
personalitas yang selalu mengagumiku

meredalah wahai hati
aku sekarat mengenangmu

tulisan ini, sebelum kau baca
maka ada perasaan yang belum tersampaikan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

01 - 01 – 19

Bertukar pesan