Postingan

Perempuan Diburu Senja

Bolehkah aku menyapa mu ibu? sedikit berbincang dari jarak yang jauh bercengkrama berharap kau juga merasakannya meski banyak waktu berlalu, semenjak kami meninggalkan mu masih saja kau kesepian dalam benak ku lagi-lagi  badan sebatang sepanjang malam dari dahi sampai ujung jemari terlihat jelas lipatan kulit penanda senja aku suka rambutmu, namun.. sayang mengingat bahwa hari demi hari ia meranggas aku tau pandangan mu tak lagi awas sesekali aku ragu melihat kau, kuat mengkayuh sepeda ontel mu takut sewaktu waktu kau terjatuh tidak seperti aku yang punya tempat untuk menjawab rindu bisa bercerita pada siapa saja, kemanapun pergi yang penting aku suka namun engkau. untuk sepi yang teramat erat mendekapmu aku penasaran pada siapa  kau limpahkan untuk rindu yang meremas hatimu kemana mau kau ceritakan ooh Tuhan.. bolehkah kutumpahkan sampai basah menyeka pipi sementara sendu memburu sebab pilu mengingatmu Teruntuk mbah Sarah Seorang wanita tangguh...

Yang terabaikan

aku mencintai mu dalam keraguan menginginkan mu walau tau isyarat penolakan kenapa bukan aku? yang menjadi tempat kau bertanya setiap akan membuat keputusan aku mendoakan mu disetiap tadah ku menyeka air mata yang jatuh merinduimu menjadikan mu  sebagai titik tujuan pada akhir pencarian membayangkan wajahmu menjadi pandangan pertama setiap subuhku tidakkah itu berarti bagimu? aneh bukan, kita selalu berharap untuk hal yang sulit didapat sakitnya aku selalu menemui kau yang dulu personalitas yang selalu mengagumiku meredalah wahai hati aku sekarat mengenangmu tulisan ini, sebelum kau baca maka ada perasaan yang belum tersampaikan

Ringkas

mendaki daki sampai pada harapan tertinggi berangan menuju hari mendekati abadi sepakat mencari arah yang pasti hingga kini kita pahami janji berubah makna tak terpenuhi akhirnya aku terjebak cerita  tentang rindu yang dipendam rasa yang dialihkan, cinta yang memilih untuk diam semua yang kau tawarkan menyaru keambiguan hati hati jatuh cinta bisa bisa bukan hati yang kau dapati  melainkan masalah yang tak terhingga untuk solusi yang tidak diketahui kau menjadi asing, mengingat kemarin aku merasa sangat dibutuhkan hari ini aku menjadi bukan sesiapa  tidak diinginkan  berakhir tak terpandang mendekati terlupakan ironi sebab bahagia berbias duka RINGKAS bukan..

Bertukar pesan

aku rasa  canggung setengah mati sepikirku hal terbaik untuk mengawali  adalah membalas snap story  berlanjut  basa basi, keterusan berhari hari tiada lagi sudut sepi aku temui aduh nona, kini aku senyum senyum sendiri sebab setiap pesan lancar kau timpali perihal remah remah pun kita debati bukan untuk tahu aku benar atau kau salah melainkan saling candu bertukar pesan kini membaca pesan darimu merupakan  candu  yang memburu Awal januari cinta hadir menghujani aku, maupun kau dua sejoli pelupa waktu dua raga tanpa ragu belum  memilikipun sudah takut kehilangan sebelum digenggam sudah bercemburuan segala hal tentangmu aku ingin tau tepat  sebelum itu aku tak mau kita bersabar saja dulu terlalu sering menggodamu,  aku ngeri kita tak lagi menghargai jarak melupa bahwa pernah merindu sebab waktu semakin berjalan kita semakin mungkin berjauhan untuk arah yang berlawanan aku berharap kita dipertemukan menjadi bara yan...

Rutinitas sadar tanpa akal

Gambar
acap kali seseorang  mengeluh akan hidup  serasa ditekan, ditimpa, dan dibatasi oleh keadaan seakan dunia tidak menerima dan membencinya fahamilah semesta sedang membentukmu hanya saja kau yang salah dalam memahminya. Rutinitas  sadar tanpa akal  menjadi generasi yang berorientasi pada materi di intervensi oleh pemikiran yang di ciptakan sendiri lemah terhadap realitas tapi bermimpi tanpa batas sering pula disambangi depresi hitam  atas bayang bayang kegagalan sehingga kau awas  beranjak dari zona nyaman baiknya jangan kau ambil langkah cepat sebab tak jarang kau terjungkal terjerembab,lebih mungkin tersesat kaki dicipta bukan untuk saling melangkahi berbicaralah pada diri sendiri apalah jadinya nanti dengan aku yang seperti ini? sesekali  cobalah melangkah dengan tepat teguhkan diri atas jalan yang kau mulai sisanya kalkulasikan umur dan pencapaaianmu hitung berapa dekat resiko yang kau ambil ingat semana jauh tujuan yang kau k...

Di tengah laut malaka

Gambar
terserah kita kau anggap apa sebab kita tampak banyak makna berkandung arti dari ribuan kata tingkah langkahmu memadatiku menjadi candu yang memburu ku sediakan waktu yang kau isi disetiap luang indah pula kau balas dengan ribuan temu intinya kala senja dan hujan selalu penuh tentangmu,  begitulah kau seingatku.  seperti yang lalu lalu, begitu pula kau belum sempat di utarakan, kau berlalu keselatan mencari pundak di muara yang baru mencari langkah selain aku tak lagi hati tumpat tentangmu begitulah kau seingatku lalu aku??? masih di tengah laut malaka senja sendiri menduka, malam penuh kelasah berharap fajar tiba, alih alih tenggelam tanpa makna begitulah aku terlupa

01 - 01 – 19

Bukan lembaran baru melainkan memulai awal dari yang lalu Sebab kita berjarak oleh kesibukan tak menentu .  Aku sibuk dengan waktuku, begitu pula waktumu Ada yang merasa terlupakan sebab terkadang kita lupa bertegur sapa Barang sedikit kau sisihkan waktu untuk saling menanya jangan kau seret suasana meja kerja ke-meja kita Setidaknya kopi berisi basa basi adalah penangkal dari kesibukan yang menyekat kita  Menumbalkan waktu Harga yang mesti dibayar untuk tawa Sebab menumbalkan waktu menimbulkan temu,  sedangkan Peka adalah syarat lainya Bersitengang urat, lain pendapat, kata “ tidak sempat ”   perihal sepele mengingat Itulah penyulut   yang kita punya, pun tidak terlalu panas baranya. Aku ingin kita ada , tidak untuk euforia  saja bersama untuk saling melengkapi Menjadi kaki saat lainnya pincang,  menjadi telinga saat hatinya parau. Tangan yang saling menggapai tidak melambai untuk berseberangan Saling menu...

Goresan waktu

2018 ... Banyak langkah bersilangan,  singgah yang disanggah beberapa wajah datang namun ditutup dengan alasan tak jarang punggung saling berjauhan walau enggan sebab raga belum tentu jiwa Realitas dan waktu membentuk Puan yang lalu mengajarkan,  bahwa temu tak melulu Bersama sebab ada yang memberi bekas lalu beranjak menancapkan ingat lalu berlalu, memancing bara lalu padam Seberapa kritis memaknai perihal sendiri Memanfaatkan waktu, bermain dengan ruang, berkarya dengan bijak Seberapa kuat raga menerima makna Bahwa sendiri bukan petaka. Lantas puan??? Bersabarlah pada sepi, berdamailah dengan hati Perbaiki diri untuk Tuan nanti.