Perempuan Diburu Senja
Bolehkah aku menyapa mu ibu? sedikit berbincang dari jarak yang jauh bercengkrama berharap kau juga merasakannya meski banyak waktu berlalu, semenjak kami meninggalkan mu masih saja kau kesepian dalam benak ku lagi-lagi badan sebatang sepanjang malam dari dahi sampai ujung jemari terlihat jelas lipatan kulit penanda senja aku suka rambutmu, namun.. sayang mengingat bahwa hari demi hari ia meranggas aku tau pandangan mu tak lagi awas sesekali aku ragu melihat kau, kuat mengkayuh sepeda ontel mu takut sewaktu waktu kau terjatuh tidak seperti aku yang punya tempat untuk menjawab rindu bisa bercerita pada siapa saja, kemanapun pergi yang penting aku suka namun engkau. untuk sepi yang teramat erat mendekapmu aku penasaran pada siapa kau limpahkan untuk rindu yang meremas hatimu kemana mau kau ceritakan ooh Tuhan.. bolehkah kutumpahkan sampai basah menyeka pipi sementara sendu memburu sebab pilu mengingatmu Teruntuk mbah Sarah Seorang wanita tangguh...